Apakah
aku akan menjadi manusia aneh,
disaat aku malas untuk keluar rumah?
Apakah
aku akan menjadi manusia aneh,
disaat aku lebih memilih untuk berdiam diri dirumah daripada kumpul bersama
teman-teman?
Apakah
aku akan menjadi manusia aneh, ketika aku lebih memilih untuk menjauh dari
kerumunan?
Apakah
aku akan menjadi manusia aneh,
disaat aku lebih senang menjauh dari sosial media?
Apakah
aku aneh?
Oke
kalau begitu,
disini aku akan menjelaskan semua hal apa yang terjadi pada diriku. Semua hal
tentang pilihan ku, dan
semua hal yang mungkin bagi sebagian orang akan merasa kalau aku terkesan untuk
melakukan pembelaan atas segala hal itu.
But, you know what guys?
All of people have different personality dude!
You must know that!
Kalau
kamu tidak tau, maka aku akan menjelaskan nya disini secara garis besarnya.
Manusia
memiliki beberapa kepribadian, yaitu ekstrovert, introvert,
dan ambivert. Pada dasarnya setiap
orang memiliki sisi introvert dan extrovert di dalam kepribadian mereka
masing-masing. Akan tetapi, salah satu sisi akan muncul lebih dominan dalam
karakter orang tersebut.
Kepribadian
introvert cenderung menyukai kondisi yang tenang, senang menyendiri, reflektif
terhadap apa yang mereka lakukan. Mereka memiliki kecenderungan untuk menjauhi
interaksi dengan hal-hal baru. Seseorang introvert sangat senang untuk
melakukan aktivitas yang bersifat soliter (dapat di lakukan sendirian
tanpa bantuan orang lain). Mereka lebih menyukai menikmati waktu yang
dihabiskan sendirian, karena menurut mereka, sendirian adalah hal yang
menyenangkan. Selain itu, introvert juga memiliki kemampuan yang sangat baik
dalam melakukan analisa hal-hal rumit. Mereka lebih mudah untuk berkonsentrasi
saat memecahkan masalah. introvert lebih senang untuk melakukan kegiatan sosial
mereka sendiri. Tetapi mereka tidak segan untuk melakukan interaksi sosial
dengan orang lain. Fakta menemukan bahwa tipe introvert lebih banyak melakukan
dialog dalam diri jika dibandingkan dengan tipe yang sebaliknya, yaitu
ekstrovert. Orang introvert lebih suka memikirkan gagasan yang tersimpan
si memori dan dalam benak mereka sendiri. Ciri-cirinya sebagai
berikut:
- Pendiam dan suka menyendiri.
- Introvert tidak menyukai pembicaraan yang ringan.
- Introvert tidak menyukai dering handphone.
- Introvert tidak langsung membalas pesan dari seseorang
- Introvert merasa keramaian membuatnya gila.
- Introvert lebih nyaman untuk [hang out] dengan sedikit orang.
- Introvert suka mengamati keadaan sekitar dengan sangat cermat.
- Introvert cenderung suka menulis.
- Introvert cukup jago dalam menebak karakter orang.
- Introvert akan banyak berpikir sebelum berbicara.
Kepribadian
extrovert lebih menyukai lingkungan yang interaktif. Mereka cukup antusias
dalam hal baru dan senang bergaul. Bagi mereka, aktivitas sosial, berinteraksi
dengan orang lain, bertukar informasi dengan banyak orang dan senang bergaul
adalah hal yang menyenangkan. Sebaliknya jika mereka berada dalam keadaan
sendiri bagi mereka adalah sesuatu yang membosankan. Seorang extrovert
cenderung menjadi lebih bersemangat untuk melakukan banyak hal jika mereka
berada di lingkungan yang interaktif. Seorang extrovert biasanya adalah seorang
ice breaker atau pencair suasana. Mereka yang extrovert biasanya lebih bisa
menyesuaikan diri dan bekerja sama dengan baik dalam sebuah komunitas atau
organisasi sosial. Bagi extrovert, dalam bekerja mereka senang secara team /
kelompok, menurut meraka suasana yang selalu ramai adalah hal yang
menyenangkan. Ciri-cirinya sebagai berikut:
- Selalu antusias dan semangat
- Senang berinteraksi dan bersosialisasi
- Mudah dalam bergaul
- Cenderung spontan dalam bertindak / berbicara
- Pandai mencairkan suasana
- Menyukai popularitas dan senang menjadi pusat perhatian
- Senang jadi pembicara daripada pendengar
- Extrovert selalu tampil percaya diri
- Terkesan sigap dan tegas
- Senang bekerja kelompok dan tidak suka kesendirian
Kepribadian
ambivert adalah mereka yang telah melalui berbagai lika-liku hidup dan berbagai
pengalaman. Kelebihan dari keduanya bisa di optimalkan, tentu hal ini adalah
hal yang sangat baik. Ambivert mempunyai kualitas si ekstrovert, tapi juga
memiliki ciri-ciri si introvert. Kadang menjadi si ekstrovert yang senang sosialisasi. Kadang
menjadi si introvert yang suka dengan privasi. Dengan adanya dua sisi
kepribadian yang ada di dalam diri mereka, kelebihan diantara keduanya dapat
dioptimalkan. Seorang ambivert lebih berhasil dalam menjalani kehidupan
bersosial. Ciri-cirinya sebagai berikut:
- Nyaman berada di tengah kerumunan
- Gerah bila terlalu lama menyendiri
- Kepribadian berubah tergantung lawan bicara
- Terkadang Tertarik percakapan mendalam dan spesifik
- Tidak selalu diam
- Sulit memilih rencana akhir pekan
Jika
ingin mengetahui lebih lanjut bisa menuju link : https://psyline.id/. Disini kalian bia membaca lebih detail tentang ketiga
tipe kepribadian itu.
Nah,
apakah kalian sudah melihat gambaran tentang diriku?
Yaaap..
I'm dominan
introvert guys.
Yah i am.
Mungkin
orang-orang menganggap bahwa aku tidak menghargai orang lain atau tidak
menganggap orang lain berharga.
Wait a second.
No !!!
Aku
tidak seperti itu.
Aku
hanyalah manusia yang memiliki perbedaan kepribadian. Aku bukannya tidak
menyukai dunia luar, hanya saja aku memang sangat terlalu malas untuk beranjak
dari rumah ku. Rumah adalah zona aman bagi aku.
Ketika
aku berada dirumah yang memiliki semua hal yang aku butuhkan, untuk apa lagi
aku harus diluar?
Membuang
waktu sia-sia.
Aku
tidak sombong guys.
Tapi
itulah kenyataannya
Aku
memiliki makanan untuk dimakan, aku memiliki tontonan untuk dilihat, aku
memiliki kucing sebagai hewan peliharaan, dan aku memiliki laptop untuk membuat
aku dapat menyelami dunia perkpopan.
Aku
bahagia dengan itu semua.
Lalu
untuk apa aku lama-lama diluar rumah?
Menghabiskan
uang minyak ku?
Aku
tau mana yang penting untuk ku. Jika ada suatu hal yang sangat penting seperti
pekerjaan dan perkuliahan ku pasti aku akan keluar rumah. Tapi setelahnya,
bukankah lebih baik untuk di dalam rumah?
Pembelaan
ku yang kedua. Aku lebih memilih untuk berada di dalam rumah daripada berkumpul
bersama teman-teman dikarenakan aku tidak ingin membuang uang secara sia-sia.
Kenapa
?
Karena
disaat berkumpul bersama teman-teman tidak memiliki manfaat yang baik.
Untuk
apa berkumpul disaat kita seperti memamerkan barang milik pribadi?
Untuk
apa berkumpul bersama teman datang ke restoran atau cafe yang mahal yang bisa
menguras dompet?
Untuk
apa berkumpul bersama teman hanya untuk mengghibahkan orang lain?
Mungkin
kalian akan menjawab, "hey itu kan salah kamu sendiri, kenapa tidak
memberi saran keteman-teman untuk ketempat yang lebih murah, mengingatkan, atau
lainnya"
Aku
akan jawab, "hey dude. Itu tidak segampang yang anda kira. 1 lawan ramai?
Jelas pendapat kita kalah. Jangan mengikuti gaya mereka? Dude, anda disuruh ikutin mereka
seperti bebek gitu? No!! Lebih baik aku berada dirumah"
Sangat
sedikit manusia yang paham dengan kepribadian introvert. Mereka akan mengatakan
dengan enteng "terbuka lah! Ceritakan semuanya! Jangan dipendam!"
Guys
kalau kami bisa,
kami akan bilang, tapi kami tidak bisa. Diri kami tidak bisa. Kami tidak pandai
untuk mengungkapkan apa yang kami rasakan, mengungkapkan apa yang kami pendam
secara langsung di hadapan kalian. Kami bukanlah manusia yang penuh kepercayaan
diri seperti kalian.
Pembelaan
ketiga. Aku lebih memilih menjauhi kerumunan karena memang badan aku yang tidak
bisa. Kenapa ?
Mungkin
beberapa orang sangat menyukai keramaian, seperti pasar malam, taman bermain
atau hiburan,
pusat perbelanjaan, atau pasar.
Tapi
bagi ku tidak!
Bukan
karena aku benar-benar tidak mau, hanya saja saat aku berada di kerumunan orang
yang sangat ramai, aku akan merasa sangat pusing. Kepala ku akan seperti
berputar melihat orang lalu lalang. Aku juga akan merasakan sedikit mual
melihat orang-orang. Badan ku akan terasa berkeringat dingin. Jika aku memaksa,
maka aku akan pitam dan pingsan ditempat. Daripada aku menjadi pusat perhatian
dan menyusahkan orang lain, lebih baik untuk menjauhinya bukan?
Bukan
aku yang tidak mau, tapi tubuh ku yang tidak mau.
Aku
bisa berada di kerumunan orang, tapi itu dalam jangka waktu yang sangat-sangat
sebentar.
Ke
pasar? No, aku sangat jarang. Jika diajak ibuku, maka aku memilih menunggu di
parkiran, walaupun itu sangat panas. Jika masih ada kedai-kedai yang menjual
kebutuhan sehari-hari, kenapa harus jauh-jauh ke pasar.
Ke
taman bermain? Sangat jarang. Dan aku pun lupa kapan terakhir kali aku ke taman
bermain. Aku hanya akan menaiki dua permainan dan pergi menjauh dari kerumunan.
Itu lebih baik.
Pembelaan
keempat. Aku menjauhi media sosial bukan karena aku gaptek ataupun sosial media
sama sekali tidak penting.
No!!
Sosial media sangat penting, apalagi di zaman sekarang yang semua sudah serba
elektronik dan internet. Hanya saja, aku bukan seperti orang lain yang setiap detik
dan menit dihabiskan untuk memegang handphone dan membuka sosial media.
Aku
bukan tidak pandai untuk memposting di sosial media, tapi aku benar-benar tidak
terlalu berminat untuk memposting kehidupan pribadi ku di sosmed. Aku merasa
tidak ada untung nya. Apa yang kita dapatkan saat kita mengepost kegiatan kita
jalan-jalan atau makan-makan? Aku merasa tidak ada.
Dan
orang-orang mengatakan aku aneh, dan heran dengan diri aku yang bingung kenapa tidak tau
mau memposting apa di sosmed.
Tapi
aku benar-benar tidak tau harus memposting apa.
Beberapa
orang mengatakan aku tidak menghargai orang lain atau tidak menganggap orang
lain berharga karena aku tidak membalas ataupun sulit untuk dihubungi.
Hey Guys..
No!!
Aku benar-benar menganggap orang lain berharga
dan aku benar-benar menghargai orang lain.
Hanya
saja...
Aku tidak setiap menit dan detik memegang handphone. Ketika
seseorang menghubungiku atau mengirimkan aku pesan,mungkin disaat itu aku
sedang tidak memegang handphone atau disaat aku sudah membalas dan mengangkat
telfon setelah itu aku tinggalkan handphone. Bukan aku benar-benar tidak suka
dihubungi, tapi aku memang jarang memegang handphone, tapi orang langsung
menjudge aku tidak menghargai orang lain.
Whaaat??
Seriously?
Hanya karena itu aku langsung di cap seperti itu?
Hello...
Aku
dengan orang tua ku saja tidak setiap menit dan detik menghubungi mereka. Lalu apa
aku tidak menghargai orangtua ku atau apa aku tidak menganggap mereka berharga?
Tidak
guys!!
Kita punya kesibukan masing-masing yang membuat kita
sulit memegang handphone setiap waktu, tapi bagiku setidaknya kita ada
menghubungi orangtua sekali atau dua kali dalam sehari itu lebih penting. Setidaknya
kita mengingat orang itu setiap hari itu sudah sangat penting guys. Bukan harus
setiap menit dan detik dihubungi. No!!! Tapi terkadang orang-orang tidak
memahami itu.
Aku benar-benar sangat sedih disaat orang-orang mengatakan
aku sangat tidak menghargai orang lain atau tidak menganggap orang lain
berharga.
Aku juga akan sangat sedih ketika orang-orang menganggap
aku tidak perduli dengan lingkungan, tidak setia kawan,dan menganggap manusia
lain tidak penting.
Oh guys..
Its so hurt for me..
Manusia
berbeda-beda, aku berbeda dengan kalian dan kalian berbeda dengan aku. Tidak kah
kalian bisa memahami itu?
Aku
selalu mencoba untuk memahami orang lain. Aku selalu mencoba untuk berubah tapi
tidak bisa.
Aku
hanya tidak ingin terlalu ikut campur dalam hidup orang, aku hanya tidak ingin
memperpanjangan masalah.
Jika
semua bisa diselesaikan dengan baik dan cepat, lalu salahkah itu?
Aku
hanya manusia yang ingin semua bisa diselesaikan dengan simpel.
But, orang-orang tidak
mengerti.
Kita
punya zona nyaman nya tersendiri. Hiduplah dizona nyaman mu. Jangan mengurusi
hidup orang lain, karena aku juga tidak mengurusi hidup kalian.
Yang
terpeting, ingatlah Tuhan mu, hiduplah di jalan yang benar dan jangan lupakan
orang tua mu.
Hanya
itu, simpel.
Ttd
PyongPanda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar